Virus Corona Tumbangkan Wakil Rakyat

Virus Corona Tumbangkan Wakil Rakyat

beritapolitik.net Pada kesempatan kali ini kammi akan memberikan informasi berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Virus Corona Tumbangkan Wakil Rakyat. Dari sumber yang terpercaya dan pencarian yang kami telusuri,berikut ini beberapa artikel yang mengulas dan membahas mengenai Virus Corona Tumbangkan Wakil Rakyat

Absen selama dua pekan, ternyata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad positif virus corona atau COVID-19. Kabar itu datang dari anggota Komisi lll DPR Habiburokhman lewat cuitan di akun Twitter pribadinya @habiburokhman, Kamis (16/4).

“Merinding dengar testimoni Bang Dasco, ternyata bulan lalu sempat positif COVID-19 dan isolasi mandiri tanpa cerita ke kawan-kawan DPR. Alhamdulilah, Beliau sudah sembuh dan negatif, sekarang berjuang di garis depan lawan corona,” tulis politikus Partai Gerindra itu.

Dasco pun membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku sempat positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri selama dua pekan.

“Iya betul, alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” kata Dasco saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).

Dasco bercerita dirinya terinfeksi COVID-19 dari adik iparnya yang suaminya positif virus corona dan sempat dirawat di rumah sakit. Mengetahui kabar tersebut, Dasco langsung menjalani rapid test dan dinyatakan positif COVID-19.

“Isolasi mandiri tanggal 14 sampai dengan 28 Maret,” ujar dia.

Saat ditanya bagaimana tip bisa sembuh dari COVID-19, Dasco mengaku dengan isolasi mandiri yang ketat dan minum racikan herbal. Dia menyebut herbal yang dikonsumsi adalah HerbaVid-19, yang diracik Traditional Chinese Medicine (TCM). Pengobat-pengobat herbal tersebut sempat belajar di salah satu universitas terkemuka di Tiongkok.

“Itu diracik oleh dokter-dokter TCM di sini. Jadi kan saya ini sebagai Dewan Pembina Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia, itu gabungan dari pengobat-pengobat herbal yang belajar di Universitas Beijing,” kata Dasco.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, telah kembali ke kediamannya pada Sabtu (11/4) lalu usai menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor. Bima sebelumnya terpapar virus corona atau COVID-19 dan dirawat sejak Jumat (20/3).

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, Bima sempat berkunjung ke Turkei dan Azerbaijan dalam rangka kunjungan kerja.

“Ketika pulang dari Turkei pun ya badan biasa-biasa saja. Tapi, memang hari Selasa (17/3) badan kok gak enak sedikit ya. Agak batuk-batuk sedikit, kemudian berasa di dalam (badan) itu kayak panas dan mulai kehilangan nafsu makan,” katanya dalam live Instagram , Kamis (16/4).

Baca Juga : MPR Jalankan GBHN Lewat Amandemen UUD

Pada hari itu juga Bima menjalani tes swab. Dan pada Kamis (19/4), Bima dinyatakan positif COVID-19. Gejala yang dirasakan, seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD). Bima bersyukur, dia tidak sampai sesak napas.

“Jadi gejalanya agak mirip seperti gejala awal-awal sakit demam berdarah. Ada semriwing-semriwing, kemudian mual, kehilangan nafsu makan, plus batuk- batuk. Itu gejala-gejalanya,” jelas Bima.

Bima menceritakan, di dalam kamar rumah sakit dia hanya seorang diri. Bima hanya berinteraksi dengan dokter dan perawat. Setiap hari pada pukul 09.00 WIB, dokter datang memeriksa keadaannya. Kemudian, dalam sehari, perawat mengecek kondisi kesehatannya sebanyak lima kali.

“Periksa tensi saya pakai alat yang ditembakkan di sini, kemudian darah, di cek tensinya mungkin itu ada lima kali dalam sehari di cek,” jelasnya.

Selain itu, dokter dan para perawat selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap.

“Jadi Kadang-kadang saya gak bisa bedain juga mana dokter, mana suster, mana perawat. Mana perempuan, mana laki-laki gitu. Karena semua tertutup APD. Yaitu lah (kegiatan) selama 22 hari,” ujarnya.
Bima melanjutkan, pada pagi hari biasanya para suster membangunkannya. Dia diingatkan untuk menjalani salat subuh. Para suster memiliki karakternya masing-masing. Ada yang bawel, seru dan ceria.

“Menyemangati saya, ketawa-ketawa. Nah itu yang membuat saya juga semangat. Kalau semuanya serius kan kita tegang juga,” ujarnya.

Bahkan, yang awalnya tidak mengenal, Bima bisa mengetahui siapa suster yang tengah merawatnya.

“Ketika dia masuk dan mendengar suaranya dan suara ketawanya, oh ini suster ini. Itu kadang kadang ngobrol yang ringan-ringan dan lain-lain. Yang kayak gitu yang membuat saya semangat,” ungkapnya.